Birdaily.com – Murai Batu Raja Kudeta menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelaran Piala Royal King Feat Prasasti yang berlangsung di Royal King Arena, Minggu (11/10/2026). Turun di kelas BMW Company dengan tiket Rp1,25 juta, gaco andalan Daeng Sitaba dari Duta SF Depok tersebut harus puas menempati posisi runner-up setelah perebutan juara pertama dan kedua ditentukan melalui adu tos dadu.

Event hasil kolaborasi Royal King Arena bersama tim juri Prasasti dari Malang, Jawa Timur, ini menghadirkan 18 sesi kelas Murai Batu dan Cucak Hijau. Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi, dengan mayoritas kelas terisi penuh sehingga persaingan berlangsung ketat di setiap sesi.
Persaingan di kelas bertiket Rp1,25 juta menjadi salah satu laga yang menyita perhatian. Sejumlah gaco yang telah memiliki rekam jejak di berbagai event besar turut meramaikan pertarungan, membuat setiap detail penampilan menjadi sangat berarti dalam perebutan posisi teratas.

Raja Kudeta sendiri datang dengan modal performa yang cukup menjanjikan setelah menunjukkan tren positif pascamabung. Kondisi tersebut membuat namanya kembali diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat di kelas bergengsi tersebut.

Saat tampil di atas gantangan, Raja Kudeta masih mampu memperlihatkan kualitasnya melalui irama lagu, volume, serta durasi kerja yang mumpuni. Penampilannya berhasil mendapatkan empat ajuan, menjadi salah satu catatan penting dalam persaingan di kelas BMW Company.
Namun, empat ajuan tersebut belum cukup untuk mengantarkan Raja Kudeta mengunci kemenangan mutlak. Saat penancapan bendera koncer, perolehan poinnya berakhir sama dengan salah satu pesaing sehingga penentuan juara pertama dan kedua harus dilanjutkan melalui adu tos dadu.
Dalam penentuan akhir tersebut, Duta SF Depok harus kembali mengandalkan keberuntungan. Raja Kudeta membutuhkan hasil lemparan dadu dengan nilai yang lebih kecil untuk mengamankan posisi juara pertama. Sayangnya, Dewi Fortuna belum berpihak kepada Daeng Sitaba dan timnya. Raja Kudeta pun harus rela menempati posisi runner-up.

Meski belum berhasil membawa pulang trofi juara pertama, sang pemilik tetap menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Menurutnya, Raja Kudeta telah menunjukkan performa maksimal, sementara hasil akhir kali ini lebih ditentukan oleh faktor keberuntungan dalam adu tos dadu.

“Kami legowo dengan hasil hari ini. Memang belum beruntung membawa pulang trofi juara pertama, tetapi bukan berarti Raja Kudeta kalah dari segi performa. Menurut saya, RK sudah tampil maksimal. Kali ini keberuntungan saja yang belum berpihak kepada kami,” ungkap sang owner.

Hasil di Piala Royal King Feat Prasasti ini menjadi catatan tersendiri bagi Raja Kudeta. Meski harus puas di posisi runner-up, penampilannya tetap menunjukkan potensi yang menjanjikan dan menjadi modal positif untuk kembali bersaing di gelaran berikutnya.



