Performa Semar Sakti Tetap Menjanjikan, Arief Utama Akui Ada Kekurangan di Kelas Utama

Birdaily.com – Gelaran Piala Royal King Feat Prasasti yang berlangsung di Lapangan Royal King Arena, Minggu (11/10/2026), sukses menyuguhkan persaingan sengit di kalangan kicaumania. Berkolaborasi dengan tim juri Prasasti dari Malang, Jawa Timur, event ini menghadirkan 18 sesi kelas Murai Batu dan Cucak Hijau dengan mayoritas kelas dipadati peserta hingga full gantangan.

Atmosfer persaingan semakin memanas saat memasuki Kelas Utama Murai Batu tiket Rp4,5 juta. Kelas bergengsi ini diikuti sejumlah burung papan atas yang kerap bersaing di berbagai event besar berhadiah mobil, di antaranya Murai Batu Semar Sakti, Bima, Buser, Bandit, serta sejumlah gaco mewah lainnya.

Namun, teriknya cuaca Jakarta menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Sejumlah burung yang turun di kelas utama terlihat belum mampu menunjukkan performa terbaiknya. Beberapa di antaranya masih memperlihatkan celah kekurangan, mulai dari jeda saat bekerja, mangap, hingga turun ke karpet.

Semar Sakti Kembali Jadi Sorotan Kicaumania

Nama Murai Batu legendaris Semar Sakti kembali menjadi bahan perbincangan hangat. Setelah viral dua pekan sebelumnya akibat kalah tos dadu dan harus puas menempati posisi runner-up di kelas utama sebuah event di Klaten, penampilan Semar Sakti di Piala Royal King Feat Prasasti kembali menyita perhatian.

Antusiasme terhadap Semar Sakti bahkan terlihat sebelum lomba dimulai. Owner Royal King Arena, David Kang, melalui unggahannya di media sosial menantang kicaumania untuk menebak juara 1, 2, dan 3 di kelas utama. Menariknya, sebagian besar komentar mengarah kepada Semar Sakti sebagai kandidat kuat peraih juara pertama.

Harapan besar pun mengiringi langkah gaco milik Arief Utama tersebut. Terlebih, dalam sebulan terakhir, Semar Sakti tengah menunjukkan tren performa yang menjanjikan setelah melewati masa mabung.

Tampil Kompetitif, Kekurangan Kecil Jadi Bahan Evaluasi

Ketika turun di kelas utama, Semar Sakti kembali memperlihatkan karakter permainan yang selama ini menjadi ciri khasnya. Durasi kerja, irama lagu, serta volume suara masih menjadi modal kuat yang membuatnya diperhitungkan di tengah persaingan burung-burung papan atas.

Penampilan Semar Sakti pun masih mampu menarik perhatian tim juri. Hal tersebut tercermin dari empat ajuan yang berhasil dikantonginya. Meski demikian, performanya kali ini belum sepenuhnya sempurna.

Di tengah penilaian, Semar Sakti terlihat beberapa kali mangap dan mengalami jeda selama beberapa detik. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian di kelas dengan persaingan sangat ketat ini.

Hasil akhirnya, Semar Sakti belum berhasil mengamankan posisi puncak. Dalam perebutan posisi kedua dan ketiga, ia harus berbagi poin bendera dengan pesaingnya melalui hasil imbang A1 dan B1. Situasi tersebut kemudian berlanjut ke penentuan melalui tos dadu.

Nasib yang sama seperti di Klaten kembali dialami Semar Sakti. Meski memiliki poin yang lebih besar berdasarkan penilaian yang diperoleh, Semar Sakti harus menerima hasil akhir tos dadu dan kembali gagal membawa pulang gelar juara utama.

Arief Utama Tetap Optimistis: Babang Masih di Jalur yang Tepat

Owner Semar Sakti, Arief Utama, secara terbuka mengakui bahwa penampilan gacoannya kali ini belum maksimal. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena Semar Sakti masih menunjukkan kualitas permainan yang kompetitif.

“Ya, hari ini Babang kurang maksimal. Tadi di pertengahan penilaian Babang mangap. Tapi alhamdulillah masih dalam track yang bagus, hanya sedikit kurang sempurna saja,” ungkap Arief Utama.

Ia juga menilai bahwa dari sisi irama lagu, volume, dan durasi kerja, Semar Sakti sebenarnya masih mampu memberikan perlawanan yang baik di kelas utama.

“Kalau dari irama lagu, volume, dan durasi, seperti yang kalian lihat, Babang SS tidak begitu buruk hari ini,” lanjutnya.

Arief pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Semar Sakti yang telah berharap gaco kesayangannya bisa meraih gelar juara utama di Piala Royal King Feat Prasasti.

“Oh iya, mohon maaf untuk fans Babang SS. Hari ini Babang SS belum bisa mendapatkan poin juara utama. Mudah-mudahan minggu depan Babang bisa menghibur lagi. Terima kasih atas support-nya,” tutup Arief.

Meski kembali gagal meraih juara pertama, penampilan Semar Sakti di Piala Royal King Feat Prasasti tetap menjadi perhatian tersendiri. Hasil kali ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi sang pemilik untuk mempersiapkan penampilan berikutnya.

Bagi para pendukungnya, perjalanan Semar Sakti belum berakhir. Dengan kualitas irama lagu, volume, dan durasi kerja yang masih kompetitif, publik kicaumania tentu menantikan aksi berikutnya dari sang legenda. Semar Sakti belum meraih mahkota kali ini, tetapi semangat untuk kembali bersaing tetap menyala. Semar Sakti, still living legend!

Gomez Birdaily
the authorGomez Birdaily
Im simple person :)

Leave a Reply