
Birdaily – Gelaran bergengsi 4th Anniversary Masterpiece Arena yang dihelat pada Minggu (12/04) di Samsat BSD, Serpong, benar-benar menjadi panggung bagi burung-burung kualitas sultan. Di tengah kepungan jawara papan atas lintas blok dengan tiket fantastis mulai Rp1 juta hingga Rp25 juta, kehadiran team Bintang Selatan BF yang dikomandoi langsung oleh H. Vero sukses mencuri perhatian publik.
Membawa amunisi terbaiknya, H. Vero menurunkan dua jagoan andalannya, yakni Murai Batu Muda Jangkar dan sang fenomenal Murai Batu Jabrik.
Aksi Mewah MB Jangkar di Kelas Muda
Turun di sesi ketiga dengan harga tiket Rp2,5 juta, Jangkar yang menempati gantangan nomor 3 langsung tancap gas. Burung muda berbakat ini tampil memukau dengan durasi kerja yang istimewa. Persenjataan lagunya tergolong menonjol, ditambah dengan volume suara yang sangat “tandes” hingga terdengar jelas ke pinggir lapangan.

Meski tampil dominan, dewi fortuna tampaknya belum sepenuhnya berpihak. Setelah melalui persaingan sengit, Jangkar harus puas menempati juara 3 setelah melalui proses adu tos dadu untuk menentukan posisi juara 3, 4, dan 5.

H. Vero mengaku bangga sekaligus menyimpan sedikit rasa kecewa.
“Puas dengan kinerja Jangkar, tapi jujur ada rasa kecewa karena melihat kerjanya yang begitu dominan di lapangan, saya merasa dia sangat layak untuk mendapat koncer juara 1,” ungkapnya saat dikonfirmasi di sela lomba.

Drama Tiket Utama 25 Juta: MB Jabrik Tetap di Hati
Puncak ketegangan terjadi di kelas utama Murai Batu dengan harga tiket Rp25 juta. Kali ini, giliran Jabrik yang unjuk gigi. Seolah tidak gentar dengan nama besar lawan-lawannya, Jabrik tampil mewah dengan gaya khasnya. Durasi kerja, irama lagu, hingga power volumenya tersaji nyata di hadapan juri dan penonton.
Namun, drama “adu nasib” kembali terulang. Jabrik harus masuk dalam bursa adu tos untuk perebutan posisi 5 besar. Sayangnya, dalam proses tos yang melibatkan tiga burung tersebut, Jabrik harus gugur dan gagal membawa pulang piala.

Tetap Optimis Menatap Gelaran Berikutnya
Meski pulang tanpa podium puncak di event Masterpiece kali ini, H. Vero menunjukkan sportifitasnya sebagai kicaumania sejati. Baginya, kualitas burung di lapangan adalah kepuasan yang tidak bisa dibohongi.
“Kecewa itu manusiawi, tapi saya tidak mau larut. Kita gas lagi minggu depan di event lain, semoga bisa kembali ke tahta juara. Hari ini mungkin belum rezeki di Masterpiece, tapi Jabrik selalu juara di hati saya. Selamat ulang tahun untuk Masterpiece Arena,” pungkas H. Vero dengan penuh optimisme.

Kekuatan amunisi Bintang Selatan SF ini diprediksi akan kembali menjadi ancaman serius di berbagai gelaran kolosal mendatang, mengingat performa Jangkar dan Jabrik yang sedang berada di top performa.



