ZAAZ 17 BF Surabaya, Fokus Mencetak Murai Batu Berkualitas Kontes

Perkembangan dunia hobi burung saat ini kian pesat. Menjamurnya event lomba burung dengan beragam EO, menjadikan kicau mania selalu tertantang untuk menjadi yang terbaik dalam sebuah kontes burung. Semua pemain tentunya berharap tidak hanya ikut dalam berpartisipasi meramaikan event saja, akan tetapi lebih dari itu yaitu menjadi jawara.

Perkembangan jumlah kicau mania pun mengalami peningkatan yang drastis, sehingga persaingan ketat tak terelakkan. Bagi kicau mania yang berkantong tebal, membeli burung juara bisa menjadi solusi. Dengan modal ratusan juta, seekor burung juara dalam event besar pun bisa didapatkan dengan mudah.

Beda lagi dengan kicau mania yang berkantong pas- pas an, membeli burung jadi tentulah harus mikir- mikir. Selain harganya yang selangit, namanya makluk hidup tentu punya resiko. Burung lepas, sakit, hingga kematian. Tentu tidak semua kicau mania punya keberanian mengambil resiko tersebut, bahkan kicau mania berkantong tebal pun banyak yang memilih aman dengan membeli burung- burung dengan harga yang relatif terjangkau.

Sebuah kisah menarik dialami oleh Didik Hariyanto. Berbekal insting yang tajam dalam membidik gaocaon yang berjenis Murai batu, kiprahnya dilapangan diakui sukses. Beli burung bahan setengah jadi, dengan materi yang telah diperhitungkan, akhirnya namanya sukses berkibar dijenis burung Murai batu.

Kiprahnya dilapangan tidaklah singkat. Didik Hariyanto memulai debutnya dilapangan sejak tahun 2010. Prestasinya bersama sang jawara andalanya Begal sudah tak terhitung lagi. Mendalami karakter sang jagoan mejadi kunci kesuksesannya selama ini.

Begal sendiri sudah memiliki dasar burung mewah. Isiannya komplit dengan volume yang diatas rata- rata, serta didukung oleh mental tempurnya yang hyper. Dengan mental tempur yang ciamik, jelas berpengaruh dalam durasi kerjanya yang tak mau kalah dengan lawan.

Begal kalu dalam kondisi top form, isian ngalas hingga tembakan Kenari, gereja tarung, cililin, prenjak putih dan kolibri terus dimuntahkan silih berganti. Begal juga termasuk burung duduk ngeplay tanpa nabrak ruji. Tampil anteng satu titik dengan muntahan isian dan volume tembus jelas saja team juri lintas EO pun kepincut.

Sebenarnya sejak awal, Begal sudah banyak didekati pemburu Murai batu kualitas. Tapi Didik Hariyanto saat itu masih memilih main digantangan. Seiiring berjalannya waktu dan kedekatannya dengan teman- teman dilapangan, akhirnya Didik Hariyanto pun hatiunya luluh. Salah satu murai mania yang beruntung adalah murai mania asal Jakarta yang namanya tidak ingin dipublikasikan. Disinggung soal nilai transfernya, Didik Hariyanto tidak mau menyebutkan angkanya.

Namun dari salah satu sumber terpercaya, nilai transfer Begal yang berjenis balak 8 ini, bisa diwujudkan dengan sebuah mobil. Fantastis, mengingat Begal merupakan burung yang dipoles Didik Hariyanto dari nol dan dengan penuh perjuangan hingga sukses merajai berbagai event berbagai EO.

Kisah Didik Hariyanto dilapangan berakhir di tahun 2017, saat ia memutuskan untuk memilih jalur breeding. Berbekal pengalaman dan menguasai materi jenis Murai batu, Didik Hariyanto  mengibarkan ZAAZ 17 BF. Nama ZAAZ 17 BF sendiri terinpirasi dari nama kedua buah hatinya yaitu Zahea dan Azka, sedangkan angka 17 melambangkan rejeki yang terus mengalir bagaikan air.

Setelah memutuskan vacuum dari gantangan dan mulai menekuni breeding, Didik Hariyanto kemudian berburu indukan dan pejantan trah juara. Ntah sudah berapa duit yang dihabiskan untuk memborong materi indukan, namun yang pasti, Didik Hariyanto tak mau asal breeding. Bagi ZAAZ 17 BF, pantangan mengeluarkan anakan dari BF nya tanpa kualitas yang tinggi.

Pengalaman memang terbukti menjadi guru terbaik. Pemilihan pejantan dan indukannya tak meleset. Hal ini dibuktikan dengan hasil anakan kesemuanya memiliki kualitas jempolan. Banyak sekali anakan dari ZAAZ 17 BF yang kini telah moncer dengan stabil.

Bukannya lupa daratan dan puas dengan hasil saat ini, tapi Didik Hariyanto justru masih kurang puas dengan perkembangan breedingnya. Kurang puas artinya ia masih ingin terus mengembangkan kualitas indukan dan pejantan yang benar- benar telah kenyang prestasi dilapangan.

ZAAZ 17 BF sendiri beralamatkan di jalan Jagir, Wonokromo, no 200 Surabaya. Bila kicau mania ingin bertanya jawab langsung dengan Didik Hariyanto, bisa contact langsung di nomor WA : 082333848490 dan 082245640909. Monggo yang mau langsung komunikasi dengan pemilik ZAAZ 17 BF bisa langsung dikepoin. Pelayanan dijamin ramah dan memuaskan.

Eko Jikamaka
the authorEko Jikamaka

Leave a Reply