Commando SF Tulungagung, Gudangnya Cucak Hijau Berkualitas Tinggi

Ditengah- tengah semakin ketatnya persaingan didunia hobi kicauan, satu lagi muncul sebuah team solid asal Tulungagung yang dinamai Commando SF. Commando SF Sendiri bermula dari sebuah komunitas manuk ijo, yang akhirnya menginspirasi nama Commando sebagai singkatannya.

Commando SF yang pada awal berdirinya dipandegani oleh Mr. Aan, Mr. Donna, Mr. Wahyu dan Mr. Tengol, kini semakin berkembang pesat dengan anggota- anggota baru yang tentunya menggilai jenis burung cucak hijau. Commando SF yang sering nongkrong dikawasan Patik, tepatnya di warkop Sisto, selalu menjadikan ngopi bareng sebagai ajang silaturahmi dan saling berbagi pengalaman soal burung dengan ciri khas jamrok ini.

Semua anggota team Commando SF sih memang rata- rata sudah jago main ijo, tapi ya namanya burung, selalu saja berubah- ubah setiap saat, termasuk situasi dan kondisinya. Dengan terbentuknya sebuah wadah komunitas ini, dirasa sangat membantu mengatasi berbagai masalah yang dialami ijo mania, hingga mungkin saling membantu dalam membidik calon- calon burung jawara. Biasanya sambil ngopi bareng, selalu saja ada hal- hal baru yang menarik untuk diobrolin, kata Mr. Aan sang dedengkot Commando SF.

Mr. Aan sendiri ditengah kesibukannya selalu mencari- cari kesempatan untuk nongkrong bareng temen- temen Commando SF. Disini kita semua sudah seperti saudara, tandasnya. Lantas apa saja sih gacoan milik Commando SF yang namanya mulai dikenal luas sebagai pengorbit jenis burung cucak hijau berkualitas ini. Mari coba kita data satu persatu.

Salah satu gacoan yang menonjol milik Commando SF adalah Green Rock yang kualitasnya menggegerkan event AE 1 Cup Madiun. Burung yang kesehariannya dirawat oleh Mr. Nanang  sang legendaris ijo mania Tulungagung ini, selalu tampil top form. Burungnya memiliki volume yang tembus, variasi isiannya komplit. Lagu ngerol ngalas ada, tembakan juga banyak. Tak hanya itu, Green Rock juga memiliki show jamtrok yang ciamix. Ntah sudah berapa banyak prestasi Green Rock hingga tak terhitung lagi.

Gacoan yang lainnya adalah Ling- ling. Ling –ling milik mr. Budi Antoni merupakan the legend bagi Commando SF. Memiliki postur yang besar, seakan mengisyaratkan kualitas volumenya yang diatas rata- rata. Soal prestasi, sang pemilik mengaku tidak bisa mengingatnya satu- satu karena hampir setiap minggu berhasil mengukir prestasi.

Hanya sebagian saja thropy yang tersisa dirumah. Kalau Ling- ling sedang nampil dalam kondisi top form, ya memang susah ngejar kualitasnya. Lagunya panjang- panjang, durasi kerjanya rapet, nembaknya sangat menonjol dengan volume plus- plus.

Ling- ling sendiri saat ini lagi didekati Mr. Aan sang ketua Commando SF untuk di take over. Saya berani dengan bandrol lumayan tinggi, karena Ling- ling merupakan burung kualitas tinggi yang pasti nampil, beber Mr. Aan. Tapi saying, rupannya sang pemilik masih enggan melepas Ling- ling.

Beralih ke gacoan lainnya, Commando SF juga memiliki Taka. Ijo mania Tulungagung hampir semuanya mengenal sosok Taka, sang spesialis bendera merah. Nampilnya gila, bahkan beberapa ijo mania menyebutnya sebagai burung yang tak butuh bernafas. Lhoh, kok gak butuh nafas ? ya, ini cuma kiasan yang menggambarkan sosok edan Taka kalau lagi nampil jeda nya gak ada. Rapet banget dengan isian- isian tajem dan kasar.

Kehebatan Taka rupanya membuat Mr. Donna yang juga pemilik cucak hijau mewah Hulk ini tak bisa tidur nyenyak. Setelah menjalani negoisasi alot, akhirnya proses take over Taka ke Mr. Donna menemui kata sepakat dengan bandrol yang cukup tinggi. Sang pemilik Mr. Aan mengaku legowo Taka pindah tangan. Tak apalah, lagian Taka juga masih memperkuat Commando SF, beber Mr. Aan.

Selanjutnya kita berganti gacoan mapan lainnya yaitu Marutho milik Mr. Riris. Didalam team Commando SF, Marutho merupakan gacoan yang sangat disegani. Kualitasnya boleh diadu dilevel nasional. Sayang, sang pemilik dan juga seluruh crew Commando SF belum ada waktu luang untuk membawa Marutho main ke level yang lebih tinggi lagu. Saya yakin Marutho kualitasnya berani diadu dengan burung- burung mapan nasional. Suatu saat nanti, Marutho pasti akan kami luncurkan ke event nasional, tandas Mr. Riris.

Gudang cucak hijau Commando SF rupanya belum penuh. Mr. Aan sendiri setelah kehilangan Taka yang di take over Mr. Donna, langsung mengambil sikap mencari pengganti Taka. Setelah melakukan pantauan ketat, pilihannya jatuh pada Firaun, burung dahsyat dengan segudang kelebihan. Belum lama ditangan Mr. Aan, Firaun berhasil menang mudah atas lawan- lawannya,  bahkan nyaris quattrick. Kita harus bersabar untuk menyaksikan aksi Firaun, karena saat ini sedang tidak kondisi.

Masih banyak lagi deretan burung- burung kualitas di markas Commando SF. Kita masih memiliki beberapa amunisi yang siap bersaing diantaranya CCTV, Senopati  dan masih banyak lagi. Semuanya tengah dalam kondisi kurang fit dan belum bisa diturunkan untuk saat ini.

Sebagai tambahan informasi, Commando SF tak lama lagi tepatnya pada 8 November 2020 akan menggelar event Anniversary Commando SF yang pertama. Event ini sengaja akan kami gelar sebagai perayaan ultah Commando SF.  Mr. Aan sang ketua yang didampingi Mr. Ari sang wakil, menegaskan bahwa dalam event 8 November 2020 nanti, seluruh amunisi Commando SF tidak akan diturunkan. Mr. Aan menjamin akan bertindak tegas bilamana terdeksi ada oknum Commando SF yang nekat menggantangkan burungnya dengan cara apapun.

Informasi selanjutnya mengenai event Anniversary Commando SF akan segera  dipublikasikan. Saat ini kami sedang menggodok soal kemasan, hadiah, lokasi dan hal- hal penting lainnya. Mohon dukungannya untuk memastikan hadir memeriahkan gelaran kami, pungkas Mr. Aan.

( eko birdaily )

Eko Jikamaka
the authorEko Jikamaka

Leave a Reply