Dukung Tekan Penyebaran Covid 19, Agung ATJ Lorok Pacitan Istirahatkan Seluruh Amunisinya

Wabah virus Corona atau nama resminya Covid 19, terus meluas. Bukan hanya didaerah asalanya Tiongkok, namun penyebarannya kini terus meluas bahkan hampir keseluruh dunia termasuk Indonesia. Di negara kita, perkembangan Covid 19 sangat mengkhawatirkan.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa hingga Senin, ( 23/3/2020 ), jumlah pasien terinfeksi Covid 19 terus meningkat hingga 579 orang. Korban meninggal pun tak kurang dari 49 orang, dengan jumlah pasien sembuh 30 orang. Data ini tidak bisa diremehkan karena tren kenaikkannya sangat tajam dalam beberapa hari ini saja.

Menyikapi wabah mematikan ini, Agung ATJ Lorok, Pacitan, tegas mengambil sikap untuk mematuhi himbauan pemerintah dengan tidak keluar rumah dulu. Situasi ini tentu tak mengenakkan bagi Agung ATJ, karena hobi burungnya selama ini telah menjadi rutinitas kesehariannya dikala off dari pekerjaan utama. Agung ATJ merupakaan pengusaha sekaligus pemilik bengkel mobil yang telah banyak memiliki pelanggan.

Agung ATJ, pria familier ini sejatinya bukanlah pemain baru didunia kicauan. Sejak tahun 2008, Agung ATJ telah main burung di Sumatra. “Kala itu saya main Murai Batu”. Kecintaannya pada jenis Murai batu terbawa hingga saat ini, meskipun jenis lain seperti Kacer dan Cucak hijau tak luput dari koleksinya.

Agung ATJ belum lama juga berani ambil resiko dengan take over seekor Murai batu yang gak jelas masa depannya. Bahkan nama yang diberiknnya mewakili kondisiny waktu itu. Burungnya lemes, bulu hancur, dan gak pernah mau nampil. Lungset, nama yang cocok untuknya saat itu.

Benar saja, Agung ATJ dengan keberaniannya ambil burung dengan kondisi memprihatinkan harus menuai resiko. Bulu susah tumbuh dengan sempurna, kondisinya tak lekas membaik, bahkan nyaris sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk dibawa ke lapangan.

Kesabaran dan ketlatenan Agung ATJ merubah nasib si Lungset. Dalam waktu berbulan- bulan, Lungset mendapatkan perhatian ekstra. Dipemilik lama, Lungset hanya diberikan pakan voor dan tanpa diberikan jangkrik apalagi kroto. Hidupnya pun dikandang ternak.

Ditangan Agung ATJ, perubahan rawatan total dilakukan hingga akhirnya Lungset mabung. Kesempatan bagi Agung ATJ untuk mereset total dengan pola rawatan baru. “Awalnya sih dikasih jangkrik saja gak mau makan hingga berhari hari. Tapi karena voornya saya lepas, mungkin terpaksa dia memakannya”.

Usaha tidak mengkhianati hasil. Pasca mabung, pelan tapi pasti kondisi Lungset terus membaik. Bukan hanya membaik, tapi Lungset kini telah menjadi sosok burung jawara yang sangat disegani di Pacitan dan sekitarnya. Lelahku terbayar sudah, kata Agung ATJ mengekspresikn kepuasnnya.

Tampil perdana yaitu ketika Lungset main dalam event Kemerdekan dan menduduki peringkat ke empat. Sebuah situasi yang luar biasa bila parameternya mantan burung rusak. Hasil ini sudah sangat memuaskan bagi Agung ATJ. Saya kira gak mau bunyi, tapi ternyata masih mampu bersaing dengan puluhan burung- burung mapan lainnya.

Prestasi Lungset terus stabil hingga saat ini. Penampilnnya yang ngeply, happy dengan isian komplit seperti cililin, kenari, love bird, gereja tarung, cucak cungkok, jenggot, kapas tembak dan masih banyak isian cadas lainnya, menjadikan Lungset tak kesulitan bertahan dalam kerasnya persaingan.

Agung ATJ juga gak mau asal- asalan dalam memilihkan burung masteran. Beberapa diantaranyaa adalah jalak papua, cucak jengggot, kenari, ciblek sawah, ciung air jawa, jalak suren, gereja, kolibri ninja, yuhina, srindit, cucak cungkok, siri- siri lengkap single maupun pasangan. Baginya, kualitas burung salah satunya ditentukan oleh isian.

Prestasi terakhir Lungset menjuarai liga di Pacitan. Dirumah, saya juga masih menyimpan beberapa amunisi Murai kwalitas. Kalau ada yang cocok boleh saja diambil, tandasnya sambil tersenyum. Termasuk masteran, saya juga memiliki banyak stok komplit dan siap kirim bila ada temen- temen kicau mania yang membutuhkan.

“Harapan saya, semoga wabah Covid 19 segera usai, sehingga kita semua bisa kembali ke lapangan untuk bersilturahmi dan menyalurkan hobi. Untuk sementara saya juga belum akan kembali ke lapangan hingga situasi membaik. Biarlah Lungset sementara ini istirahat.”

Sebenarnya jago saya dikelas Kacer juga tengah dalam kondisi top form. Saat ini Misteri telah menemukan performa puncaknya dan siap mendampingi Lungset serta beberapa amunisi saya dikelas cucak hijau. “Semoga kita dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan segeraa beraktifitas kembali, pungkas Agung ATJ.”

Eko/Birdaily

Eko Jikamaka
the authorEko Jikamaka

Leave a Reply